Manajemen sekolah

 Kali ini saya mengambil artikel tentang 

Manajemen Sekolayabg mana manajemen ini sebagai terjemahan dari School Management adalah suatu 

pendekatan politik yang bertujuan untuk merancang kembali pengelolaan sekolah 

dengan memberikan kekuasaan kepada Kepala Sekolah dan meningkatkan partisipasi 

masyarakat dalam upaya perbaikan kinerja sekolah yang mencakup guru, siswa, 

kepala sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Manajemen Sekolah 

merubah sistem pengambilan keputusan dan manajemen ke setiap pihak yang 

berkepentingan di tingkat lokal (local stakeholders).

Pakar menyatakan, “Manajemen Sekolah merupakan suatu bentuk upaya 

pemberdayaan sekolah dan lingkungannya untuk mewujudkan sekolah yang mandiri 

dan efektif melalui optimalisasi peran dan fungsi sekolah sesuai dengan visi dan misi 

yang telah ditetapkan bersama. Diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran, 

dengan mendayagunakan segala sumber yang ada dilingkungan sekolah.

Manajemen Sekolah adalah penataan sistem pendidikan yang memberikan 

keleluasaan penuh kepada kepala sekolah, atas kesiapan seluruh staf sekolah, untuk


Dalam hal ini dapat di memanfaatkan semua sumber dan fasilitas belajar yang ada untuk menyelenggarakan 

pendidikan bagi siswa serta memiliki akuntabilitas atas segala tindakan tersebut”.

Manajemen sekolah dapat difinisikan sebagai suatu proses kerja komunitas 

sekolah dengan cara menerapkan kaidah-kaidah otonomi, akuntabilitas, partisipasi, 

dan sustainabilitas untuk mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran secara 

bermutu.


Pengertian Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah pada dasarnya merupakan 

kelanjutan dan implementasi dari Manajemen Sekolah yang didefinisikan oleh para 

ahli pendidikan, sebagaimana dinyatakan: 

School management can be viewed conceptually as formal alteration of governance 

structures, as a form of decentralization that identifies the individual school as the 

primary unit of improvement and relies on the redistribution of decision-making 

authority as the primary means through which improvement might be stimulated and 

sustained…

 Dengan mengalihkan wewenang dalam keputusan dari pemerintahan tingkat 

pusat (Departemen)/Dinas Pendidikan (Provinsi/Kabupaten/kota) ke tingkat sekolah, 

diharapkan sekolah akan lebih mandiri.


Adapun tujuan nya ialah menurut seorang pakar ahli

Tujuan Manajemen Sekolah 

Menurut Supriono Subakir tujuan utama penerapan Manajemen Sekolah 

adalah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan dan meningkatkan relevansi 

pendidikan di sekolah, dengan adanya wewenang yang lebih besar dan lebih luas bagi 

sekolah untuk mengelola urusannya sendiri.

Adapun menurut 

E. Mulyasa, tujuan Manajemen Sekolah adalah: 

a. Peningkatan efisiensi, antara lain diperoleh melalui keleluasaan mengelola 

sumber daya partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi. 

b. Peningkatan mutu, antara lain melalui partisipasi orang tua terhadap 

sekolah, fleksibilitas pengelolaan sekolah dan kelas, peningkatan 

profesionalisme guru dan kepala sekolah. 

c. Peningkatan pemerataan, antara lain diperoleh melalui peningkatan 

partisipasi masyarakat yang memungkinkan pemerintah lebih 

berkonsentrasi pada kelompok tertentu.

Manajemen Sekolah bertujuan untuk memberdayakan sekolah melalui 

pemberian otonomi kepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan 

pengambilan keputusan secara partisipatif. Secara rinci, Tujuan Manajemen Sekolah 

menurut Departemen Pendidikan Nasional adalah : 

1) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah 

dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. 

2) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam 

penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama. 

3) Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat dan 

pemerintah tentang mutu sekolah. 

4) Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu 

pendidikan yang akan dicapai.


Pakar ilmu pendidikan menyatakan: Manajemen Sekolah bertujuan untuk 

memberdayakan sekolah, terutama sumberdaya manusianya, seperti kepala sekolah, 

guru, karyawan, siswa, orang tua siswa dan masyarakat sekitarnya. Pemberdayaan 

sumberdaya manusia ini melalui pemberian kewenangan, fleksibilitas, dan pemberian 

tanggung jawab untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh sekolah 

yang bersangkutan.

3. Fungsi Manajemen Sekolah Sekolah 

Manajemen Sekolah memberikan kebebasan dan kekuasaan yang besar pada 

sekolah, disertai seperangkat tanggung jawab. Dengan adanya otonomi yang 

memberikan tanggung jawab pengelolaan sumber daya dan pengembangan strategi 

Manajemen Sekolah sesuai dengan kondisi setempat, sekolah dapat lebih 

meningkatkan kesejahteraan guru sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada tugas. 

Keleluasaan dalam mengelola sumber daya dan dalam menyertakan masyarakat untuk 

berpartisipasi, mendorong profesionalisme kepala sekolah, dalam peranannya sebagai 

manajer maupun pemimpin sekolah. Dengan diberikannya kesempatan kepada 

sekolah untuk menyusun kurikulum, guru didorong untuk berinovasi, dengan 

melakukan eksperimentasi-eksperimentasi di lingkungan sekolahnya. Manajemen 

Sekolah mendorong profesionalisme guru dan kepala sekolah sebagai pemimpin 

pendidikan di sekolah. Melalui penyusunan kurikulum elektif, rasa tanggap sekolah.


terhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan pendidikan sesuai 

dengan tuntutan peserta didik dan masyarakat sekolah. 

 Manajemen Sekolah menekankan keterlibatan maksimal berbagai pihak, 

seperti pada sekolah-sekolah swasta, sehingga menjamin partisipasi staf, orang tua, 

peserta didik, dan masyarakat yang lebih luas dalam perumusan-perumusan 

keputusan tentang pendidikan. Kesempatan berpartisipasi tersebut dapat 

meningkatkan komitmen mereka terhadap sekolah. Selanjutnya, aspek-aspek tersebut 

pada akhirnya akan mendukung efektivitas dalam pencapaian tujuan sekolah. Adanya 

kontrol dari masyarakat dan monitoring dari pemerintah, pengelolaan sekolah 

menjadi lebih akuntabel, transparan, egaliter dan demokratis, serta menghapuskan 

monopoli dalam pendidikan.

4. Prinsip-Prinsip Manajemen Sekolah 

Teori yang digunakan Manajemen Sekolah untuk mengelola sekolah 

didasarkan pada empat prinsip, yaitu prinsip ekuifinalitas, prinsip desentralisasi, 

prinsip sistem pengelolaan mandiri, dan prinsip inisiatif sumber daya manusia. 

a. Prinsip Ekuifinalitas (Principle of Equifinality) 

Prinsip ini didasarkan pada teori manajemen modern yang berasumsi bahwa 

terdapat beberapa cara yang berbeda-beda untuk mencapai suatu tujuan. 

Manajemen Sekolah menekankan fleksibilitas sehingga sekolah harus dikelola 

oleh warga sekolah menurut kondisi mereka masing-masing.


b. Prinsip Desentralisasi (Principle of Decentralization) 

Desentralisasi adalah gejala yang penting dalam reformasi manajemen 

sekolah modern. Prinsip desentralisasi ini konsisten dengan prinsip 

ekuifinalitas. Prinsip desentralisasi dilandasi oleh teori dasar bahwa 

pengelolaan sekolah dan aktivitas pengajaran tak dapat dielakkan dari 

kesulitan dan permasalahan. Pendidikan adalah masalah yang rumit dan 

kompleks sehingga memerlukan desentralisasi dalam pelaksanaannya. 

c. Prinsip Sistem Pengelolaan Mandiri (Principle of Self-Managing System) 

Prinsip ini terkait dengan prinsip sebelumnya, yaitu prinsip ekuifinalitas dan 

prinsip desentralisasi. Ketika sekolah menghadapi permasalahan maka harus 

diselesaikan dengan caranya sendiri. Sekolah dapat menyelesaikan 

masalahnya bila telah terjadi pelimpahan wewenang dari birokrasi di atasnya 

ke tingkat sekolah. 

d. Prinsip Inisiatif Manusia (Principle of Human Initiative) 

Berdasarkan perspektif ini maka Manajemen Sekolah bertujuan untuk 

membangun lingkungan yang sesuai untuk warga sekolah agar dapat bekerja 

dengan baik dan mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, peningkatan 

kualitas pendidikan dapat diukur dari perkembangan aspek sumber daya 

manusianya. Prinsip ini mengakui bahwa manusia bukanlah sumber daya 

yang statis, melainkan dinamis

Mungkin sedikit artikel yang dapat saya baca semoga bisa menambah pengetahuan kawan-kawan ya 

Sumber artikel ini saya dapatkan dari Ivon K. Davies, Thale Management of Learning, (London: McGrow, HALill Book


Company, 1971), (Terjemahan Sodirjo dkk, diterjemahkan 1991), h. 25

48 Mulyadi, Total Quality Management; Prinsip Manajemen Kontemporer untuk Mengarungi

Ungkungan Bisnis Global, (Yogyakarta: Aditya Meia, 1998), 

Komentar