Kompetensi guru profesional
ArtiKel yang saya baca yaitu mengenai kompetensi profesional guru
Kompetensi Guru
Kompetensi merupakan seperangkat kemampuan yang harus dikuasai dan dipahami oleh
guru untuk dapat menjadikan dirinya sebagai pendidik yang profesional.
B. Konsep Profesional Guru
Guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat Menurut
Soetjipto (2009: 42) “guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik
dimasyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan
atau teladan bagi masyarakat sekelilingnya”.
C. Indikator Kompetensi Profesional Guru
Guru profesional adalah guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk
melakukan tugas pendidikan dan pengajaran. Menurut Kunandar (2009:77) “kompetensi
profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang
mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan subtansi keilmuan yang
menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya”
Indikatornya sebagai berikut: a Memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah, b.
Memahami struktur, konsep, dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi
ajar, dan c. Menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk itu secara umum, seorang guru harus memiliki empat kompetensi dalam
melaksanakan tugas dan peran mereka sebagai guru, adapun kompetensi tersebut meliputi
kompetensi pedagogik, personal, profesional dan sosial.
1. Kompetensi Pedagogik
Sebelum melaksanakan proses belajar mengajar guru harus mempunyai peran dalam
pembelajaran tatap muka sebagaimana yang di kemukan oleh Moon (Uno, 2011:22) 1.
merencanakan pembelajaran, 2. melaksanakan pembelajaran, dan 3. mengevaluasi hasil
pembelajaran. Untuk lebih jelasnya kegiatan yang berkenaan dengan kemampuan pedagogik
tersebut dapat di uraikan sebagai berikut:
1. Kemampuan Merencanakan Pembelajaran.
Menurut Uno (2011:22) kemampuan dalam perencanaan proses belajar mengajar, guru harus
memperhatikan komponen dalam sistem pembelajaran yang meliputi:
1. Membuat dan merumuskan TIK.
2. Menyiapkan materi yang relevan dengan tujuan, waktu, fasilitas, perkembangan ilmu,
kebutuhan.
3. Merancang metode yang di sesuaikan dengan situasi dan kondisi siswa.
4. Menyediakan sumber belajar, dalam hal ini guru berperan sebagai fasilitator dalam
pengajaran.
5. Media, dalam hal ini guru berperan sebagai mediator dengan memerhatikan relevansi
(seperi juga materi), efektif dan efesien.
6. Pada dasarnya perencanaan pembelajaran merupakan suatu rencana mengajar guru
yang di rumuskan secara sistimatis, rinci dan jelas.
2. Kemampuan Guru dalam Proses Belajar mengajar
Guru dalam melaksanakan tugas mengajar harus memiliki kompetensi kinerja profesi. Menurut
Syaifudin (2011: 50) bahwa: Kompetensi kinerja profesi keguruan (generic teaching
competencies) dalam penampilan aktual dalam proses belajar mengajar, minimal memiliki
empat kemampuan yaitu : 1. Merencanakan proses belajar mengajar, 2. Melaksanakan dan
memimpin/mengelola proses belajar mengajar, 3. Menilai kemajuan proses belajar mengajar,
dan 4. Menguasai bahan pelajaran.
3. Kemampuan Mengevaluasi Pembelajaran
Penilaian atau evaluasi hasil belajar siswa merupakan salah satu cara untuk mengetahui
seberapa jauh tujuan pembelajaran dapat tercapai, agar mampu mereformasi kondisi peserta
didik dari yang tidak baik menjadi baik. Menurut Syah (2013:139) mengatakan evaluasi
“Penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah di tetapkan dalam
sebuah program”.
2. Kompetensi Kepribadian
Kompetensi mengajar merupakan hal urgen yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam jenjang
pendidikan apapun. Menurut Kunandar (2009:75) mengemukakan kompetensi kepribadian
“kemampuan personal yang mencerminkan kpribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan
berwibawa, menjadi telandan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia”.
3. Kompetensi Profesional
Kata profesional berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian. Menurut Sudjana (Usman,
2010:14). Profesi adalah “Pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya
dapat dilakukan oleh orang-orang yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang
dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain”.
4. Kompetensi Sosial.
Seorang guru sama seperti manusia lainnya adalah makhluk sosial, yang dalam hidupnya
berdampingan dengan manusia lainnya. Menurut Uno, (2007:19) kompetensi sosial yang
dimiliki seorang guru artinya “menyangkut kemampuan berkomunikasi dengan peserta didik
dan lingkungan mereka seperti orang tua, tetangga, dan sesama teman”
D. Prestasi Belajar
Prestasi merupakan hasil yang telah dicapai oleh peserta didik, yaitu tingkah laku yang
dinyatakan dalam bentuk skor (angka). Prestasi diperoleh berkat adanya belajar. Menurut Syah
(2013:148) mengatakan “Pada prinsipnya, pengungkapan hasil belajar ideal meliputi segenap
ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa”.
Menurut Hamalik (2009: 27) belajar adalah "modifikasi atau memperteguh kelakuan
melalui pengalaman artinya belajar merupakan suatu hasil atau tujuan”.
E. Cara-Cara Meningkatkan Prestasi Belajar
Belajar itu bukan hanya menghafal dan mengingat saja, melainkan berinteraksi dengan
lingkungannya. Menurut Sardiman (2012:92-94) untuk memotivasi belajar siswa dalam
meningkatkan prestasi belajar, lebih jelas di uraikan sebagai berikut:
1. Memberi angka
2. Hadiah
3. Saingan/kompetisi
4. Memberi Ulangan
5. Mengetahui Hasil
6. Pujian
7. Hukuman
8. Minat
Berdasarkan gambaran di atas, maka seorang guru dalam proses pembelajaran harus mampu
memahami dan menghayati kiat-kiat atau cara-cara untuk meningkatkan motivasi belajar siswa
dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa.
F. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Prestasi Belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan peserta didik /siswa menurut
Sugandhi (2011:21) adalah “ 1. Faktor Genetika (Hereditas) dan 2. Faktor lingkungan”. Lebih
jelasnya di uraikan sebagai berikut:
1. Faktor Genetika ( Hereditas)
Hereditas merupakan totalitas karakeristik individu yang diwariskan orang tua kepada
anak, atau segala potensi baik fisik maupun psikis yang dimiliki individu sejak masa
konsepsi sebagai pewarisan dari pihak orang tua melalui gen-gen.
2. Faktor LingkunganMenurut Sugandhi (2011:23) mengatakan Lingkungan adalah “keseluruhan fenomena
(peristiwa, situasi, atau kondisi) fisik/alam atau sosial yang memengaruhi atau di pengaruhi
perkembangan individu”. Faktor lingkungan di dalamnya termasuk lingkungan keluarga,
sekolah, teman sebaya, dan media massa.
Menurut Slameto (2010:54) ada dua faktor yang mempengaruhi belajar, yaitu: ”
Faktor intern dan faktor ekstern”.
Untuk lebih jelas kedua faktor tersebut di atas di uraikan sebagai berikut:
1. Faktor Intern.
Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, dalam
membicarakan faktor intern akan di bahas menjadi tiga faktor yaitu:
1. Faktor Jasmaniah
a. Faktor kesehatan
b. Cacat tubuh.
c. Faktor Psikologis
Ada tujuh faktor yang tergolong ke dalam faktor psikologis. Faktor tersebut adalah:
intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kelelahan. Lebih jelasnya di
uraikan sebagai berikut:(a))Intelegensi (b)Perhatian (c) Minat (d).Bakat (e).Motif
(f)Kematangan. (g)Kesiapan. (d)Faktor Kelelahan.
1) Faktor Ekstern
Di dalam membicarakan faktor ektern ini, ada tiga faktor yang perlu diuraikan yaitu:
1. Faktor keluarga
Siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa: cara orang tua
mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah tangga dan ekonomi keluarga.
a. Cara orang tua mendidik
b. Relasi antar anggota keluarga
c. Suasana rumah
d. Keadaan ekonomi keluarga
2. Faktor sekolah
Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi
guru dengan siswa, displins sekolah.
3. Metode mengajar (b)Kurikulum (c)Relasi guru dengan siswa (e)Displin sekolah
(f)Faktor Masyarakat
Masyarakat merupakan faktor ekstern yang juga berpengaruh terhadap belajar siswa, lebih
jelasnya uraiannya sebagai berikut:
a. kegiatan siswa dalam masyarakat
b. mass media
c. teman bergaul
d. bentuk kehidupan masyarakat
Sekian artikel yang saya baca dan dapat saya laporkan terimakasih
Komentar
Posting Komentar